Mungkin anda pernah berpikir apakah rumah type 60 bisa dibuat 2 lantai, mengingat lahan di perkotaan yang terbatas.
Rumah type 60 menjadi salah satu pilihan hunian yang cukup populer untuk keluarga karena memiliki ukuran yang tidak terlalu kecil, tetapi juga masih relatif efisien dari sisi penggunaan lahan dan biaya pembangunan.
Dengan luas bangunan sekitar 60 meter persegi, rumah type 60 sudah dapat menampung berbagai kebutuhan dasar sebuah keluarga, seperti kamar tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, dan ruang pendukung lainnya.
Namun, seiring bertambahnya anggota keluarga dan kebutuhan ruang, pemilik rumah mungkin mulai mempertimbangkan untuk memperbesar bangunan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah menambah lantai. Lantas, apakah rumah type 60 bisa dibuat 2 lantai?
Jawabannya adalah bisa. Rumah type 60 masih sangat memungkinkan untuk dirancang menjadi rumah dua lantai. Bahkan, konsep dua lantai dapat menjadi solusi menarik apabila luas tanah terbatas tetapi pemilik rumah membutuhkan lebih banyak ruangan.
Apa yang Dimaksud dengan Rumah Type 60?
Sebelum membahas pembangunan dua lantai, perlu dipahami terlebih dahulu arti dari rumah type 60. Angka 60 pada rumah type 60 pada dasarnya menunjukkan luas bangunan sekitar 60 meter persegi.
Luas tanahnya sendiri dapat berbeda-beda. Sebagai contoh, terdapat rumah type 60/90 yang berarti luas bangunannya sekitar 60 m² dan luas tanahnya 90 m². Ada pula rumah type 60/120 dengan bangunan sekitar 60 m² di atas tanah seluas 120 m².
Karena itulah, ketika ingin membuat rumah type 60 menjadi dua lantai, luas tanah bukan satu-satunya pertimbangan. Bentuk lahan, luas tapak bangunan, struktur rumah, kebutuhan ruangan, hingga peraturan bangunan di lokasi tersebut juga harus diperhatikan.
Apakah Rumah Type 60 Bisa Dibuat 2 Lantai?
Rumah type 60 bisa dibuat menjadi dua lantai. Dengan penataan yang tepat, pembagian fungsi antara lantai satu dan lantai dua justru dapat membuat rumah terasa lebih nyaman.
Konsep ini sangat berguna untuk lahan yang tidak terlalu luas. Daripada memperbesar bangunan secara horizontal hingga menghabiskan halaman, sebagian kebutuhan ruang dapat dipindahkan ke lantai atas.
Misalnya, lantai pertama digunakan untuk area yang sifatnya lebih publik dan aktivitas bersama keluarga. Di dalamnya dapat terdapat ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi, serta satu kamar tidur.
Sementara itu, lantai dua dapat difokuskan sebagai area privat. Pemilik rumah dapat menempatkan kamar tidur utama, kamar anak, kamar mandi, ruang kerja, maupun ruang keluarga tambahan di lantai tersebut.
Pembagian semacam ini membuat fungsi rumah menjadi lebih terorganisasi sekaligus meningkatkan privasi penghuninya.
Rumah Type 60 Dua Lantai Bisa Memiliki Lebih Banyak Kamar
Salah satu keuntungan membuat rumah type 60 menjadi dua lantai adalah bertambahnya kemungkinan jumlah kamar.
Pada rumah satu lantai dengan luas sekitar 60 m², membuat tiga kamar tidur sebenarnya masih memungkinkan. Namun, pemilik harus lebih cermat mengatur luas masing-masing ruangan.
Jika bangunan dikembangkan menjadi dua lantai, pembagian ruang menjadi lebih fleksibel. Rumah dapat dirancang dengan tiga kamar tidur berukuran lebih nyaman. Pada kondisi tertentu, bahkan empat kamar tidur dapat dibuat selama luas total bangunan dan konfigurasi denahnya memungkinkan.
Sebagai contoh, lantai pertama dapat memiliki satu kamar yang diperuntukkan bagi orang tua atau tamu. Dua atau tiga kamar lainnya kemudian ditempatkan di lantai kedua.
Konsep tersebut sangat cocok untuk keluarga yang berencana tinggal dalam jangka panjang karena kebutuhan ruangan dapat menyesuaikan perkembangan keluarga.
Keuntungan Membuat Rumah Type 60 Menjadi 2 Lantai
Keuntungan utama rumah dua lantai adalah pemanfaatan lahan yang lebih efisien. Penambahan luas bangunan dilakukan secara vertikal sehingga tidak selalu membutuhkan perluasan tapak bangunan.
Hal ini sangat penting terutama pada kawasan perkotaan yang harga tanahnya relatif tinggi.
Selain itu, halaman depan maupun belakang dapat tetap dipertahankan. Area tersebut dapat dimanfaatkan untuk carport, taman, tempat bermain anak, area servis, tempat mencuci dan menjemur pakaian, maupun ruang terbuka lainnya.
Rumah dua lantai juga memberikan pembagian zona yang lebih jelas. Area lantai bawah dapat digunakan untuk menerima tamu dan aktivitas bersama, sedangkan lantai atas menjadi area pribadi keluarga.
Dari sisi tampilan, rumah type 60 dua lantai juga memberikan lebih banyak kemungkinan pengolahan fasad. Permainan balkon, jendela, kanopi, kisi-kisi, serta komposisi material dapat membuat tampilan rumah menjadi lebih menarik.
Perhatikan Struktur Bangunan
Meskipun rumah type 60 masih bisa dibuat menjadi dua lantai, aspek struktur tidak boleh diabaikan.
Jika rumah memang direncanakan dua lantai sejak awal, pondasi, kolom, balok, dan komponen struktur lainnya dapat langsung dihitung berdasarkan beban bangunan dua lantai.
Permasalahannya berbeda jika rumah awalnya merupakan bangunan satu lantai kemudian ingin direnovasi menjadi dua lantai. Pemilik rumah sebaiknya tidak langsung menambahkan lantai baru tanpa melakukan pemeriksaan terhadap struktur bangunan yang sudah ada.
Kondisi pondasi dan struktur perlu dievaluasi oleh tenaga profesional yang kompeten. Apabila struktur lama belum dirancang untuk menerima tambahan beban lantai kedua, mungkin diperlukan penguatan pada beberapa bagian.
Karena itu, rencana renovasi dari satu menjadi dua lantai sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan desain dan kebutuhan ruang, tetapi juga keamanan struktur bangunan.
Buat Denah yang Efisien
Pada rumah dua lantai, salah satu elemen yang membutuhkan perhatian khusus adalah tangga. Tangga memerlukan ruang yang cukup dan akan memengaruhi konfigurasi denah lantai pertama maupun lantai kedua.
Penempatannya sebaiknya direncanakan sejak awal.
Tangga dapat ditempatkan di area tengah rumah agar mudah diakses dari berbagai ruangan. Alternatif lainnya adalah menempatkannya di salah satu sisi bangunan apabila bentuk lahan memungkinkan.
Hindari terlalu banyak lorong yang hanya berfungsi sebagai jalur sirkulasi. Pada rumah dengan luas terbatas, setiap meter persegi sebaiknya dimanfaatkan seefisien mungkin.
Konsep open space juga dapat diterapkan pada lantai pertama. Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dapat dibuat saling terhubung sehingga interior terasa lebih luas.
Pastikan Pencahayaan dan Sirkulasi Udara Tetap Baik
Menambah lantai bukan berarti seluruh lahan harus dipenuhi bangunan. Rumah yang nyaman tetap membutuhkan pencahayaan dan ventilasi alami.
Setiap kamar tidur idealnya mempunyai akses terhadap jendela. Dapur, kamar mandi, serta ruang keluarga juga perlu mendapatkan pertukaran udara yang memadai.
Jika rumah berada di antara bangunan tetangga dan tidak memungkinkan membuat banyak bukaan di samping, pemilik dapat mempertimbangkan taman belakang, void, skylight, atau inner courtyard.
Keberadaan ruang terbuka tersebut dapat membantu memasukkan cahaya dan udara ke bagian tengah rumah sehingga interior tidak terasa gelap, pengap, maupun lembap.
Apakah Lantai Dua Harus Seluas Lantai Pertama?
Tidak harus. Rumah type 60 yang dikembangkan menjadi dua lantai dapat menggunakan konsep full dua lantai maupun sebagian lantai dua.
Jika kebutuhan ruang tidak terlalu banyak, lantai kedua dapat dibuat hanya pada sebagian bangunan. Area lainnya dapat digunakan sebagai balkon, rooftop, void, atau area terbuka.
Konsep lantai dua parsial juga dapat memberikan komposisi fasad yang lebih dinamis.
Sebaliknya, apabila keluarga membutuhkan banyak ruang, lantai dua dapat dibuat lebih maksimal selama tetap memenuhi ketentuan bangunan dan didukung struktur yang sesuai.
Jadi, desainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni dan kondisi lahan.
Pertimbangkan Kebutuhan Jangka Panjang
Sebelum mengubah rumah type 60 menjadi dua lantai, sebaiknya tentukan terlebih dahulu kebutuhan ruang untuk beberapa tahun ke depan.
Jika saat ini keluarga hanya membutuhkan dua kamar tetapi berencana memiliki kamar anak tambahan, ruang kerja, atau kamar tamu, kebutuhan tersebut dapat dipertimbangkan sejak tahap perencanaan.
Baca juga: Apakah Kamar Utama Boleh di Belakang Rumah?
Dengan demikian, renovasi tidak perlu dilakukan berulang kali.
Bahkan jika anggaran saat ini belum cukup untuk menyelesaikan lantai dua, rumah dapat dirancang dengan struktur yang sejak awal sudah dipersiapkan untuk pengembangan di masa depan. Tentunya perencanaannya tetap harus dilakukan oleh tenaga profesional agar sistem struktur sesuai dengan rencana pengembangan.
Kesimpulan: Rumah Type 60 Bisa Dibuat 2 Lantai
Jadi, apakah rumah type 60 bisa dibuat 2 lantai? Jawabannya adalah bisa. Rumah type 60 masih sangat memungkinkan dikembangkan menjadi hunian dua lantai dan dapat menjadi solusi efektif bagi keluarga yang membutuhkan lebih banyak ruangan tetapi memiliki keterbatasan luas tanah.
Baca juga: Tips Agar Dapur Rapi
Lantai pertama dapat digunakan sebagai area publik dan aktivitas keluarga seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi, serta satu kamar tidur. Sementara itu, lantai kedua dapat dimanfaatkan untuk kamar utama, kamar anak, ruang kerja, kamar mandi, atau ruang keluarga tambahan.
Hal terpenting adalah memastikan denah dibuat secara efisien serta memperhatikan struktur bangunan, posisi tangga, pencahayaan alami, ventilasi, dan kebutuhan ruang jangka panjang.
Khusus untuk rumah satu lantai yang sudah berdiri dan hendak ditambah menjadi dua lantai, kondisi struktur lama harus diperiksa terlebih dahulu. Dengan perencanaan struktur dan arsitektur yang tepat, rumah type 60 dua lantai dapat menjadi hunian yang lebih luas, nyaman, fungsional, dan tetap efisien dalam memanfaatkan lahan.
Kami adalah penyedia layanan jasa desain rumah online, jika anda membutuhkan desain denah atau fasad rumah anda bisa kontak kami.
Kunjungi halaman utama website ini atau portfolio desain rumah untuk keterangan lebih lanjut.

